Selasa, 21 Juni 2011

Charis Yulianto

Charis Yulianto (lahir di Blitar, Jawa Timur, 11 Juli 1981; umur 29 tahun) Tepatnya di Kesamben, sebelah timur terminal, adalah seorang pemain sepak bola Indonesia

Charis adalah anak bungsu dari 9 bersaudara. Ia lahir dari pasangan Suparman dan Sutini. Nama "Charis" berasal dari Bahasa Yunani

Klub yang di belanya saat ini adalah Persela, klub asal Lamongan. Ia pernah menjadi kapten timnas Indonesia menggantikan Ponaryo Astaman.

  • 1997-2002 : Arema Malang
  • 2002-2004 : PSM Makasar
  • 2005 : Persija Jakarta
  • 2006 : Persib Bandung
  • 2007 : Selangor FA
  • 2007 -2010 : Sriwijaya FC
  • 2010-..... : Persela Lamongan

Prof SUKADJI RANUWIHARDJO

Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA dilahirkan di Kesambem, Blitar pada tanggal 9 November 1931. Pendidikan tingkat dasar ditempuh di Sekolah Rakyat di Blitar. Pada tahun, 1944, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA melanjutkan sekolah di SMP Negeri II Kediri dan berhasil mendapatkan ijazah pada tahun 1948. Pada tahun 1948-1950, berjuang mepertahankan kemerdekaan dengan bergabung pada batalyon C Brigade XVI, Komando Kesatuan Kawi Selatan, Jawa Timur. Seiring dengan perjuangannya ini, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA tetap meneruskan pendidikannya di SMA Negeri 1 Malang yang berhasil diselesaikan pada tahun 1952. Perguruan tinggi yang dipilh untuk meneruskan studinya adalah Universitas Gadjah Mada. Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA meraih gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi UGM pada tahun 1957. Kemudian Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA berangkat ke Amerika Serikat untuk melanjutkan studinya di Department of Economics University of California dan memperoleh gelar Master of Art pada tahun 1961. Gelar doktor dalam bidang ekonomi diperoleh pada tahun 1969 di UGM.

Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA memasuki bidang pekerjaan mulai tahun 1957, menjadi kepala bagian pembukuan dan anggaran Balai Besar Jawatan Kereta Api di Bandung. Dua tahun kemudian Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA terpanggil untuk mengabdikan dirinya sebagai tenaga edukatif pada Fakultas Ekonomi UGM. Selain menjadi dosen di UGM, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA mengajar pula Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas). Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA dipercaya pula untuk duduk sebagai pimpinan di UGM. Pada tahun 1962-1964, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA menjabat sebagai pembantu rektor bidang administrasi dan keuangan, setelah itu ia menjabat sebagai anggota presidium UGM. Pada tahun 1966-973, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, MA memangku jabatan sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UGM dan diangkat menjadi Guru Besar pada tahun 1972. Jabatan Rektor Universitas Gadjah Mada dipangkunya selama 2 periode, yaitu 1973-1977 dan 1977-1981

Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo, M.A tutup usia. Mantan Rektor UGM (1973 – 1981) wafat pada hari Sabtu, 11 Agustus 2007, pukul 16.45 WIB dalam usia 76 tahun. Almarhum meninggalkan istri, Prof Dr Soetarlinah dan empat orang anak Ir Budi Santosa MSc, Dra Budi Andayani MA, Drs Budi Wisaksono MM dan Ir Budi Yuwono PhD.

Almarhum Prof Sukadji dimakamkan di peristirahatan terakhir Sawitsari pada hari Minggu, 12 Agustus 2007 pukul 14 WIB, setelah sebelumnya di semayamkan di Balairung UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir dari Keluarga Besar UGM.

Para Guru Besar, rekan sejawat, dan mahasiswa merasa kehilangan, atas meninggalnya Prof Sukadji. "Almarhum merupakan salah seorang anggota keluarga Guru Besar UGM pada Fakultas Ekonomi. UGM Dunia pendidikan terutama disiplin Ilmu Ekonomi kehilangan salah satu tokoh panutannya,” ungkap Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi MEng PhD saat upacara pelepasan di Balairung, Minggu (12/8) di Balairung.

Menurut Rektor, Almarhum Prof Sukadji adalah seorang Guru Bangsa yang telah memberikan teladan kejujuran dan bekerja keras. “Semoga sumbangsih dan keluhuran budi beliau dapat terwariskan pada generasi penerusnya, sehingga perkembangan jasa beliau menjadi berkelanjutan,’ ungkap Prof Djarwadi.

Almarhum lahir di Blitar 9 November 1931, menjalani tugas mengajar di Fakultas Ekonomi UGM tahun 1957 – 2001. Disamping pernah menjabat Rektor UGM dua periode, almarhum pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan UGM (1963 – 1967), Dekan Fakultas Ekonomi (1966 – 1973), dan Dirjen DIKTI (1981 – 1994) serta menjadi Komisaris BRI tahun 1999 – 2001.

Disamping Mendiknas RI Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, nampak melayat dan menyampaikan ungkapan belangsungkawa Dirjen DIKTI Prof Satriyo Soemantri Brodjonegoro, Wakil Rektor Senior dan Wakil Rektor UGM, Dekan dan Wakil Dekan, Rektor PTS di Yogyakarta, jajaran Direksi Bank Rakyat Indonesia, staf pengajar dan mahasiswa serta masyarakat Gg Sitisonya, Kocoran Baru Jl Kaliurang Yogyakarta. (Humas UGM).

diambil dari http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=864, dan

http://www.kaskus.us/showthread.php?p=404986044

gambar:http://www.ugm.ac.id/koran/files/1783/Kr6%20%2013-08-07.jpg

NB: Rumah beliau tepatnya di utara masjid Nurul Anwar di sebelah timur jalan, sekarang telah berubah menjadi bakso Cendol.

Kamis, 17 Desember 2009


SIAPA DIA...??? Seorang musisi, lebih tepatnya seorang gitaris kalau tidak mau dikatakan sebagai seorang melodis. Dikalangan selebritis ibukota (maksudnya ibukota Kesamben), kiprahnya sudah tidak asing lagi dan siapa yang berani meragukan kepiawaian dalam berolah music. Musisi yang satu ini terbilang lintas aliran musik. Tidak pernah memilah-milah apalagi memilih jalur musik mana yang digeluti. Dari musik keroncong, dangdut, pop, campursari, dan lain-lain.

Beberapa group yang pernah diikuti ARSETA, TAKSA, ARESA, SANREMO, dan masih banyak lagi.

Selain masih eksis dalam kelompok musiknya (group band-nya), beliau juga menyediakan waktu dan tenaganya apabila diminta bantuannya untuk mengisi kekosongan yang ada pada group band lain.

Yang patut dibanggakan, darah musisinya telah menitis pada salah satu putra kesayangannya, Fuad. Di bawah bendera kelompok musiknya LABEL BAND berdiri sejak 17 September 2008 telah masuk dapur rekaman.

Bermodal kepribadian suka bergaul, humoris, dan berwawasan luas, siapapun akan bisa mengetahui atau menebak siapa gerangan wajah yang terpajang di sebelah kanan ini.